
Sebuah studi terhadap rekam medis anak di puskesmas menemukan bahwa sekitar sepertiga pasien yang didiagnosis pneumonia sebenarnya tidak memenuhi kriteria WHO. Di antara yang diagnosisnya tepat, hanya sebagian kecil yang menerima dosis amoksisilin sesuai anjuran standar, sementara sisanya mendapat dosis terlalu rendah atau tidak diberi sama sekali.
Masalah ini tampaknya tidak bersumber dari kelalaian individu semata, melainkan tumpang tindih antara pedoman internasional dan aturan lokal di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kita perlu membaca temuan ini secara hati-hati karena penelitian tersebut belum memetakan panduan mana yang secara aktual dipakai oleh tenaga kesehatan di lapangan.
Leave a comment